Mengenal 5 Kuliner Nusantara yang Identik dengan Hari Kemerdekaan

Mengenal 5 Kuliner Nusantara yang Identik dengan Hari Kemerdekaan

Setiap 17 Agustus, rakyat Indonesia gegap gempita menyongsong Hari Kemerdekaan. Untuk memeriahkan perayaan hari ulang th. (HUT) Indonesia, warga umumnya jadi memasang bendera merah putih sejak awal bulan. Beberapa lokasi lebih-lebih laksanakan sejumlah kesibukan unik cocok dengan normalitas turun-temurun. Tradisi itu jadi dari kerja bakti mengecat jalan, menyebabkan lampion berwarna merah putih, tirakatan, sampai menyebabkan ragam kuliner Nusantara bersama-sama.

Namun, suasana pandemi Covid-19 yang belum usai menyebabkan sejumlah kesibukan tidak bisa dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus. Meskipun begitu, sebagian normalitas masih bisa dilakukan sendiri atau dengan keluarga #DiRumahAja, sebut saja memasak kuliner Nusantara. Terdapat sebagian kuliner Nusantara yang persis dengan Hari Kemerdekaan di sebagian tempat #DiIndonesiAja. Untuk mengetahuinya, liat ulasan berikut.

1. Bandros Bandros merupakan kuliner khas Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan santan. Beberapa orang berpendapat bahwa bandros sama dengan kue pancong dari Jakarta, pukis dari Jateng, dan rangi dari Karawang. Namun, kenyataannya, semua penganan berikut berbeda. Pada dasarnya, bandros terbuat dari tepung beras dan punyai rasa asin.

Hal ini berlainan dengan kue pancong dan pukis yang terbuat dari tepung terigu serta punyai rasa manis. Baca juga: Mulai dari Batik Betawi sampai Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi Perbedaan berikut juga ditemui pada kue rangi. Kue khas Karawang ini terbuat dari tepung aci (singkong) yang dibubuhi saus cairan gula merah yang kental. Adapun bandros persis dengan Hari Kemerdekaan sebab kue ini akrab dengan istilah “kue rakyat” yang bahan bakunya cenderung terjangkau dan ringan didapatkan menu kuliner .

2. Carabikang Bila dinilai dari ketenarannya, carabikang barangkali kalah dibandingkan klepon atau bandros sebagai kuliner khas Nusantara yang persis dengan 17-an. Namun, jangan sepelekan carabikang dari aspek kecantikan tampilan dan rasanya. Kuliner khas Jateng berikut punyai wujud unik seperti bunga yang sedang mekar sempurna. Kehadiran warna-warna cerah yang menghiasi carabikang pun menyebabkan tampilan kue ini terlihat jadi cantik. Baca juga: Yuk, Jalan-jalan Virtual ke 4 Destinasi Keren di Indonesia Kue carabikang terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula pasir. Adonan itu menyebabkan kue tradisional ini punyai rasa manis. Untuk menyongsong HUT Indonesia, sebagian masyarakat pun menyebabkan kue carabikang dengan warna merah putih yang menyebabkan suasana 17-an jadi semarak. Selain bisa menyebabkan di rumah, anda juga bisa membeli carabikang secara daring. Salah satu UMKM yang menjajakan berbagai macam kue tradisional adalah Kue Daniqa.

3. Klepon merah putih Klepon merupakan kue tradisional yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng). Kue ini dibikin dari tepung beras ketan yang di tengahnya diisi dengan gula merah. Biasanya, penganan tradisional klepon persis dengan warna hijau. Khusus untuk memperingati 17-an, sebagian tempat menyebabkan klepon dengan warna merah putih. Menurut buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa (2017) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), klepon punyai arti kesederhanaan. Baca juga: 4 Kerajinan Khas Joglosemar Ini Bisa Dijadikan Suvenir untuk Kerabat Rasa manis di di dalam klepon melambangkan kebaikan hati biarpun tidak terlihat dari luar. Sementara itu, baluran kelapa pada klepon menyimpulkan kesabaran untuk raih kebahagiaan. Tertarik untuk membuatnya? Selain bisa membuatnya sendiri, anda juga bisa membeli klepon secara daring dengan mudah. Salah satu UMKM yang menjualnya adalah Klepon Buah Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *